BAB III DESEAIN PENELITIAN
1.KOMPONEN DI DALAM DESAIN PENELITIAN
Sumber Data
Empat Komponen Utama Metode Penelitian
Sumber Data Primer Kuantitatif :
Sumber data primer kuantitatif (kumpulan skor jawaban) adalah sejumlah responden yang disebut Sampel Penelitian. Sampel ini diambil dengan cara tertentu dari keseluruhan populasi yang dijadikan subyek penelitian. Sejumlah responden yang dijadikan Sampel Penelitian dipandang sebagai sumber data yang dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik atau cara yang digunakan untuk penarikan Sampel Penelitian antara lain Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak (Stratified Random Sampling Technique), Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak Proporsional (Stratified Random Sampling Proporsional Technique), Teknik Slovin, dan Teknik Kluster. Teknik-teiknik pengambilan sampel ini digunakan bila subyek yang dijadikan populasi penelitian terlalu banyak jumlahnya. Namun bila subyek yang menjadi populasi penelitian jumlahnya tidak mencapai 100 orang, maka sebaiknya digunakan Teknik Sensus (seluruh subyek diambil).
Sumber data primer kuantitatif (kumpulan skor jawaban) adalah sejumlah responden yang disebut Sampel Penelitian. Sampel ini diambil dengan cara tertentu dari keseluruhan populasi yang dijadikan subyek penelitian. Sejumlah responden yang dijadikan Sampel Penelitian dipandang sebagai sumber data yang dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik atau cara yang digunakan untuk penarikan Sampel Penelitian antara lain Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak (Stratified Random Sampling Technique), Teknik Pengambilan Sampel Dengan Cara Acak Proporsional (Stratified Random Sampling Proporsional Technique), Teknik Slovin, dan Teknik Kluster. Teknik-teiknik pengambilan sampel ini digunakan bila subyek yang dijadikan populasi penelitian terlalu banyak jumlahnya. Namun bila subyek yang menjadi populasi penelitian jumlahnya tidak mencapai 100 orang, maka sebaiknya digunakan Teknik Sensus (seluruh subyek diambil).
Sumber Data Primer Kualitatif :
Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian. Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique. Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan. Pencatuman sumber data harus disertai dengan nama dan identitas yang jelas. Contoh identitas : Nama lengkap, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan/Jabatan, Pendidikan Terakhir.
Sumber data primer kuantitatif (transkrip wawancara) adalah sejumlah responden yang disebut Informan Penelitian. Informan ini diambil dengan cara tertentu dari para pihak yang karena kedududkan atau kemampuannya dianggap dapat merepresentasikan masalah yang dijadikan obyek penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan penarikan Informan Penelitian antara lain Purposive Sampling Technique dan Snow Ball Technique. Purposive Sampling Technique adalah cara penentuan sejumlah Informan sebelum penelitian dilaksanakan, dengan menyebutkan secara jelas siapa yang dijadikan informan serta informasi apa yang diinginkan dari masing-masing informan. Snow Ball Technique adalah cara penentuan informan dari satu informan ke informan lainnya yang dilakukan pada saat penelitian dilaksanakan, hingga dicapai sejumlah informan yang dianggap telah merepresentasikan berbagai informasi yang diperlukan. Pencatuman sumber data harus disertai dengan nama dan identitas yang jelas. Contoh identitas : Nama lengkap, Jenis Kelamin, Umur, Pekerjaan/Jabatan, Pendidikan Terakhir.
Sumber Data Sekunder :
Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen-dokumen, internet, dan media cetak. Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku. Contoh : jika diletakan dimuka kutipan : Robbins (1999:87) atau Robbins (dalam Thoha, 2001 :32); jika diletakan dibelakang kutipan : (Robbins,1999:87). Untuk pengutipan data, pencantuman sumber data menggunakan footnote yang diletakan di bawah tabel data. Contoh : Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor, 2005. Untuk pengutipan informasi, pencantuman sumber data menggunakan runingnote. Contoh : (Harian Kompas, Senin, 2/8/2005) atauhttp://www.aseansec.org/5804.htm
Sumber data sekunder (teori, data dan informasi) adalah buku-buku, dokumen-dokumen, internet, dan media cetak. Untuk pengutipan teori, pencantuman sumber data menggunakan runningnote yang meliputi pencantuman last name, tahun penerbitan buku, dan nomor halaman buku. Contoh : jika diletakan dimuka kutipan : Robbins (1999:87) atau Robbins (dalam Thoha, 2001 :32); jika diletakan dibelakang kutipan : (Robbins,1999:87). Untuk pengutipan data, pencantuman sumber data menggunakan footnote yang diletakan di bawah tabel data. Contoh : Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor, 2005. Untuk pengutipan informasi, pencantuman sumber data menggunakan runingnote. Contoh : (Harian Kompas, Senin, 2/8/2005) atauhttp://www.aseansec.org/5804.htm
Jenis Data
Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya. Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian.
Data Primer adalah jenis data yang langsung didapat dari sumbernya. Contoh : Data Primer Kuantitatif didapat langsung dari Sampel Penelitian, Data Primer Kualitatif didapat langsung dari Informan Penelitian.
Data Sekunder adalah jenis data yang tidak langsung
didapat dari sumbernya. Contoh : data sekunder dari berbagai buku,
dokumen, internet, dan media cetak.
Teknik Pengumpulan Data
Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.
Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian. Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2)
Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan.
Studi Kepustakaan atau Studi Dokumen adalah teknik pengumpulan data sekunder yang meliputi pengutipan dan pengkajian teori, data dan informasi dari berbagai buku, dokumen, internet, dan media cetak.
Kuesioner Penelitian atau Angket adalah teknik pengumpulan data primer dari sejumlah responden yang menjadi sampel penelitian. Penyusunan Kuesioner atau Angket menggunakan format pengskalaan tertentu seperti misalnya Likert Scale (skor 1 sampai 5), Rating Scale (skor 1 sampai 4), atau Guttman Scale (skor 1 sampai 2)
Observasi atau kunjungan lokasi adalah teknik pengumpulan data secara spontan ketika penelitian dilakukan.
Metode Analisis Data
Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.
Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata-kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.
Metode Analisis Kuantitatif adalah teknik pengolahan data kuantitatif (angka-angka) yang menggunakan rumus-rumusan statistik antara lain untuk Pengujian Persyaratan Analisis, Pengukuran dan Pengujian Hipotesis.
Metode Analisis Kualitatif adalah teknik pengolahan data kualitatif (kata-kata) yang dilakukan dalam rangka mendeskripsikan atau membahas hasil penelitian dengan pendekatan analisis konseptual dan analisis teoritik.
Contoh Penyususunan Metode Penelitian
Penerapan Metode Penelitian dalam penyusunan Proposal Penelitian disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut :
3.1 Disain Penelitian
3.2 Definisi dan Operasionalisasi Variabel Penelitian
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.5 Metode Analisis Data
3.6 Rancangan Uji Hipotesis
3.7 Jadual Penelitian
Penerapan Metode Penelitian dalam penyusunan Proposal Penelitian disusun berdasarkan sistematika sebagai berikut :
3.1 Disain Penelitian
3.2 Definisi dan Operasionalisasi Variabel Penelitian
3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
3.4 Teknik Pengumpulan Data
3.5 Metode Analisis Data
3.6 Rancangan Uji Hipotesis
3.7 Jadual Penelitian
2.JENIS-JENIS DESAIN PENELITIAN
Penelitian - Sebuah desain penelitian adalah rencana
sistematis sebagai kerangka yang dibuat untuk mencari jawaban atas
pertanyaan penelitian.
Desain penelitian mengacu pada strategi keseluruhan yang
Anda pilih untuk mengintegrasikan berbagai komponen penelitian dengan
koheren dan logis untuk memastikan efektifitas pemecahan masalah
penelitian.
Desain penelitian adalah blue-printuntuk
pengumpulan, pengukuran dan analisis data. Perhatikan bahwa masalah
penelitian menentukan jenis desain yang peneliti gunakan, bukan
sebaliknya!
Kesalahan umum yang sering dibuat para peneliti adalah
memulai penelitian terlalu dini, sebelum mereka memikirkan secara kritis
tentang informasi apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan
penelitian.

Tanpa memperhatikan masalah desain tersebut terlebih
dahulu, masalah penelitian secara keseluruhan tidak akan memadai dan
kesimpulan yang ditarik menjadi lemah dan tidak meyakinkan.
Ada beberapa tipe desain penelitian yang umum dilakukan
dalam penelitian. Berikut penjelasan singkat saja tipe-tipe desain
penelitian tersebut:
Desain Penelitian Tindakan (Action Research Design)
Esensi desain penelitian ini adalah tindakan mengikuti
siklus sehingga titik fokus adalah tindakan intervensi yang dilakukan
selama waktu dalam berbagai bentuk. Strategi intervensi baru dilakukan
dan proses siklus berulang sampai masalah terpecahkan.
Protokol ini berulang-ulang atau siklus di alam untuk
mendorong pemahaman yang lebih dalam situasi tertentu dimulai dengan
konseptualisasi dan partikularisasi masalah dan bergerak melalui
beberapa intervensi dan evaluasi.
Desain Studi Kasus (Case Study Design)
Studi kasus merupakan penelitian mendalam tentang masalah penelitian tertentu, bukan survei statistik
atau pertanyaan komparatif. Tujuan desain ini untuk mempersempit bidang
yang sangat luas ke dalam satu atau beberapa hal yang spesifik.
Desain Kausal (Causal Design)
Studi kausalitas dianggap sebagai pemahaman fenomena
bersyarat dalam bentuk, "Jika X, maka Y". Tujuan penelitian ini untuk
mengukur dampak perubahan tertentu terhadap norma-norma dan asumsi yang
ada.
Desain Cohort (Cohort Design)
Sering digunakan dalam ilmu medis, tetapi juga ditemukan
dalam ilmu sosial terapan. Studi kohort mengacu pada penelitian yang
dilakukan selama periode waktu yang melibatkan anggota populasi atau
sampel yang dipersatukan oleh beberapa kesamaan atau kemiripan.
Desain Cross-Sectional (Cross-Sectional Design)
Desain cross-sectional memiliki tiga ciri khas yaitu ada
dimensi waktu, ada perbedaan, dan kelompok dipilih berdasarkan
perbedaan. Desain cross-sectional hanya mengukur perbedaan di antara
berbagai orang, subyek atau fenomena, bukan proses perubahan.
Desain Deskriptif (Descriptive Design)
Desain deskriptif menjawab atas pertanyaan-pertanyaan
tentang siapa, apa, kapan, di mana dan bagaimana keterkaitan dengan
penelitian tertentu. Penelitian deskriptif digunakan untuk memperoleh
informasi mengenai status fenomena variabel atau kondisi situasi.
Desain Eksperimental (Experimental Design)
Sebuah blue-print prosedur yang memungkinkan peneliti
untuk mempertahankan kontrol atas semua faktor. Dalam melakukan hal ini
peneliti menentukan atau memprediksi apa yang mungkin terjadi.
Penelitian eksperimental sering menggunakan prioritas
waktu untuk konsistensi kausal dan besaran korelasi. Desain eksperimen
klasik menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Desain Eksplorasi (Exploratory Design)
Desain eksplorasi dilakukan ketika tidak ada atau
sedikit kajian penelitian atas suatu masalah. Fokusnya adalah
mendapatkan wawasan lebih ketika masalah penelitian berada dalam tahap
awal penyelidikan.
Desain eksplorasi sering digunakan untuk membangun
pemahaman tentang cara terbaik untuk mempelajari masalah atau metodologi
yang paling cocok untuk mengumpulkan informasi tentang masalah ini.
Desain Sejarah (Historical Design)
Tujuan desain ini adalah mengumpulkan, memverifikasi dan
mensintesis bukti dari masa lalu untuk membangun fakta sehingga
menerima atau menolak sebuah hipotesis.
Sumber-sumber sekunder dan berbagai bukti dokumenter
primer yang otentik seperti buku harian, catatan resmi, laporan, arsip
dan informasi non-tekstual informasi (peta, gambar, audio dan rekaman
visual).
Desain Longitudinal (Longitudinal Design)
Studi longitudinal mengikuti sampel yang sama dari waktu
ke waktu dalam jangka panjang dan membuat pengamatan berulang.
Pengukuran diambil berkali-kali pada setiap variabel dalam periode waktu
yang berbeda.
Desain Meta-Analisis (Meta-Analysis Design)
Meta-analisis adalah metodologi analisis yang dirancang
secara sistematis untuk mengevaluasi dan merangkum hasil-hasil
penelitian oleh para peneliti lain sehingga meningkatkan ukuran sampel
secara keseluruhan.
Desain Observasional (Observational Design)
Menarik kesimpulan dengan membandingkan subyek terhadap
kelompok kontrol dimana peneliti tidak memiliki kontrol atas percobaan.
Ada dua jenis umum desain ini yaitu pengamatan langsung dan pengamatan
tersembunyi.
Keuntungan studi observasional memungkinkan wawasan yang
berguna dalam memahami fenomena dan menghindari kendala etis dan
praktis dalam sebuah proyek penelitian besar dan rumit.
Desain Filosofis (Philosophical Design)
Dipahami sebagai pendekatan luas untuk memeriksa masalah
penelitian dari desain metodologi, analisis filosofis dan argumentasi
keras terhadap asumsi yang mendasari.
Pendekatan ini menggunakan alat-alat argumentasi yang
berasal dari tradisi filsafat, konsep, model dan teori kritis, misalnya,
relevansi logika dan bukti dalam perdebatan akademis untuk menganalisis
argumen tentang isu-isu fundamental.
Desain Sequential (Sequential Design)
Penelitian sequential dilakukan dengan sengaja
pendekatan serial di mana satu tahap akan selesai diikuti oleh tahap
lainnya dan sebagainya.
Komentar
Posting Komentar