BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
1. Ilmu, Penelitian dan Kebenaran
1. Ilmu, Penelitian dan Kebenaran
Ilmu, Penelitian dan Kebenaran
Ilmu lahir karena manusia diberkahi Tuhan suatu sifat ingin tahu. Keingintahuan seseorang terhadap permasaahan disekelilingnya dapat menjurus kepada keingintahuan ilmiah.
Ilmu lahir karena manusia diberkahi Tuhan suatu sifat ingin tahu. Keingintahuan seseorang terhadap permasaahan disekelilingnya dapat menjurus kepada keingintahuan ilmiah.
1 Manusia juga dibekali akal pikiran guna menjawab rasa
keingintahuan dan masalah yang terjadi dalam kehidupannya di dunia.
Sehingga konsep antara ilmu dan berpikir adalah sama. Dalam memecahkan
masalah, keduanya dimulai dari adanya rasa sangsi dan kebutuhan akan
suatu hal yang bersifat umum. Kemudian timbul suatu pertanyaan yang
khas, dan selanjutnya dipilih suatu pemecahan tentatif untuk
penyelidikan.2
Menurut Maranon (1953), ilmu mencakup lapangan yang sangat
luas, menjangkau semua aspek tentang progres manusia secara menyeluruh.
Termasuk didalamnya pengetahuan yang telah dirumuskan secara sistematik
melalui pengamatan dan percobaan yang terus-menerus, yang telah
menghasilkan kebenaran yang bersifat umum.
Tan (1954) berpendapat bahwa ilmubukan
saja merupakan suatu himpunan pengetahuan yang sistematis, tetapi juga
merupakan suatu metodologi. Ilmu telah memberikan metode dan sistem,
yang mana tanpa ilmu, semua itu akan merupakan suatu kebutuhan saja.
Nilai dari ilmu tidak saja terelak dalam pengetahuan yang dikandungnya,
sehingga si penuntut ilmu menjadi seorang yang ilmiah, baik dalam
ketrampilan, dalam pandangan maupun tindak-tanduk.3
Sedangkan proses berpikir adalah suatu refliksi yang
teratur dan hati-hati. Proses berpikir lahir dari rasa sangsi akan
sesuatu dan keinginan untuk memperoleh suatu ketentuan, yang kemudian
tumbuh menjadi suatu masalah yang khas. Masalah ini memerlukan suatu
pemecahan, dan untuk itu dilakukan penyelidikan terhadap data yang
tersedia dengan metode yang tepat. Akhirnya sebuah kesimpulan tentatif
akan diterima, tetapi masih tetap dibawah penyelidikan yang kritis dan
terus-menerus untuk mengadakan evaluasi secara terbuka. Karena manusia
normal selalu berikir dengan situasi permasalahan.
Hanya terhadap hal-hal yang lumrah saja, biasanya, reaksi
manusia terjadi tanpa berpikir. Ini adalah suatu kebiasaan atau tradisi.
Tetapi jika masalah yang dihadapi adalah masalah yang rumit, maka
manusia normal akan mencoba memecahkan masalah tersebut menurut
langkah-langkah tertentu. Berpikir demikian dinamakan berpikir secaa
reflektif (reflective thinking).4
Ilmu menemukan materi-materi alamiah serta memberikan suatu
rasionalisasi sebagai hukum alam. Ilmu membentuk kebiasaan serta
meningkatkan ketrampilan observasi, percobaan, kasifikasi, analisa serta
membuat generalisasi. Dengan adanya keingintahuan manusia yang
terus-menerus, maka ilmu akan terus berkembang dan membantu kemampuan
presepsi serta kemampuan berpikir secara logis, yang sering disebut
penalaran.5 Sehingga dapat disimpulkan bahwa berpikir secara nalar
mempunyai kriteria penting yaitu adanya unsur logis didalamnya dan
adanya unsur analisis didalamnya.
Penelitian adalah
terjemahan dari bahasa Inggris research. Dari itu ada juga ahli yang
menerjemahkan research sebagai riset. Research itu sendiri berasal dari
kata re, yang berarti “kembali” dan to search yang berarti mencari.
Dengan demikian arti sebenarnya dari research atau riset adalah “mencari
kembali”. Menurut kamus Webster’s New International, penelitian adalah
penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta dan
prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk menetapkan
sesuatu.
Menurut ilmuwan Hillway ((1956) penelitian tidak lain dari
suatu metode studi yang dilakukan seseorang melalui pnyelidikan yang
hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah , sehingga diperoleh
pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut. Whitney (1960)
menyatakan bahwa disamping untuk memperoleh kebenaran, kerja penyelidik
harus pula dilakukan secara sungguh-sungguh dalam waktu yang lama.
Dengan demikian penelitian merupakan suatu metode untuk menemukan
kebenaran, sehingga penelitian juga merupakan metode berpikir secara
kritis.6
Penelitian juga bertujuan untuk mengubah
kesimpulan-kesimpulan yang telah diterima, ataupun mengubah dalil-dalil
dengan adanya aplikasi baru dari dalil-dalil tersebut. Dari itu,
penelitian dapat diartikan sebagai pencarian pengetahuan dan pemberi
artian yang terus-menerus terhadap sesuatu. Penelitian juga merupakan
percobaan yang hati-hati dan kritis untuk menemukan sesuatu yang baru.
Penelitian dengan menggunakan metode ilmiah (scientific method) disebut
penelitian ilmiah (scientific researh).
Dalam penelitian ilmiah
ini, selalu ditemukan dua unsur penting yaitu observasi (pengamatan),
dan unsur nalar (reasoning) (Ostle, 1975). Unsur pengamatan merupakan
kerja dengan mana pengetahuan mengenai fakta-fakta tertentu diperoleh
melalui kerja mata (pengamatan) dengan menggunakan presepsi (sense of
perseption). Nalar adalah suatu kekuatan dengan mana suatu fakta-fakta,
hubungan dan interelasi terhadap pengetahuan yang timbul, sebegitu jauh
ditetapkan sebagai pengetahuan sampai sekarang.7
Hubungan antara ilmu dan
penelitian menurut pendapat Whitney (1960) bahwa ilmu dan penelitian
adalah sama-sama proses, sehingga ilmu dan penelitian adalah hal yang
sama. Hasil dari proses tersebut adalah kebenaran (truth). Bagaimana
pula hubungan antara berpikir, penelitian dan ilmu ? Konsep berpikir,
ilmu dan penelitian juga sama. Berpikir, seperti halnya dengan ilmu,
juga merupakan proses mencari kebenaran. Perlu juga disinggung bahwa
kebenaran yang diperoleh melalui penelitian terhadap fenomena yang fana
adalah suatu suatu kebenaran yang telah ditemukan melalui proses ilmiah,
karena penemuan tersebut dilakukan secara ilmiah.8
Kebenaran sebagai tujuan ilmu danpenelitian sifatnya
objektif (meskipun demikian, tidak dapat dihindarkan adanya
subjektifitas. Kebenaran juga sifatnya interpretative, selalu
berkembang, terbarukan, dan bukan sesuatu yang mati. Kebenaran ilmu dan
penelitian bias terbantahkan oleh fakta atau kenyataan dan juga
penelitian baru yang lebih baik.
2. KEGUNAAN PENELITIAN
Kegunaan penelitian ialah untuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk, dan konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus. Keadaan tersebut bisa saja di kontrol melalui percobaan (eksperimen) ataupun berdasarkan observasi tanpa kontrol. Penelitian memegang peranan yang amat penting dalam memberikan fondasi terhadap tindak serta keputusan dalam segala aspek pembangunan.
2. KEGUNAAN PENELITIAN
Kegunaan penelitian ialah untuk menyelidiki keadaan dari, alasan untuk, dan konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus. Keadaan tersebut bisa saja di kontrol melalui percobaan (eksperimen) ataupun berdasarkan observasi tanpa kontrol. Penelitian memegang peranan yang amat penting dalam memberikan fondasi terhadap tindak serta keputusan dalam segala aspek pembangunan.
Jika penelitian tidak diadakan, serta kenyataan-kenyataan
tidak pernah diuji lebih dahulu melalui penelitian. Tidak ada negara
yang sudah maju dan berhasil dalam pembangunan, tanpa melibatkan banyak
daya dan dana dalam bidang penelitian.
Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa kontribusi dari
penelitian mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya
yang dikeluarkan untuk keperluan tersebut. Ada dua cara untuk menilai
benefit (keuntungan) dari penelitian. Pertama, menggunakan teknik
internal rate of return to investment. Dan kedua dengan menghitung nilai
marginal dari output per dolar modal yang ditanamkan dalam penelitian.
MANFAAT PENELITIAN
Pengertian penelitian mengandung 2 manfaat penelitian, yaitu (1) manfaat teoritis dan (2) manfaat praktis.
1. Manfaat Teoritis
Penelitian yang bertitik tolak dari meragukan suatu teori
tertentu disebut penelitian verifikatif. Keraguan terhadap suatu teori
muncul jika teori yang bersangkutan tidak bisa lagi menjelaskan
peristiwa-peristiwa aktual yang dihadapi. Pengujian terhadap teori
tersebut dilakukan melalui penelitian empiris, dan hasilnya bisa
menolak, atau mengukuhkan, atau merevisi teori yang bersangkutan.
2. Manfaat Praktis
Pada sisi lain, penelitian bermanfaat pula untuk memecahkan
masalah-masalah praktis. Hampir semua lembaga yang ada di masyarakat,
baik lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, menyadari manfaat ini
dengan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai bagian integral
dalam organisasi mereka. Kedua manfaat penelitian tersebut merupakan
syarat dilakukannya suatu penelitian sebagaimana dinyatakan dalam
rancangan (desain) penelitian.
3. Perbedaan metodologi penelitian & Metode Penelitian
Pengertian Metode
Secara harfiah, metode (method) artinya cara. Selain itu metode atau disebut metodik berasal dari bahasa greeka, metha, (melewati atau melalui), dan hodos (cara atau jalan), jadi metode dapat diartikan cara atau jalan yang harus di lewati untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Secara harfiah, metode (method) artinya cara. Selain itu metode atau disebut metodik berasal dari bahasa greeka, metha, (melewati atau melalui), dan hodos (cara atau jalan), jadi metode dapat diartikan cara atau jalan yang harus di lewati untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Secara luas atau umum metode atau metodik artinya adalah
ilmu mengenai jalan yang harus dilalui untuk mengajar anak didik agar
bisa tercapai tujuan belajar mengajar. Menurut Prof. Dr.Winarno
Surachmad (1961) mengungkapkan kalau metode mengajar merupakan cara-cara
pelaksanaan dari pada siswa-siswa di sekolah. Menurut Pasaribu dan
simanjutak (1982), mengungkapkan kalau metode adalah cara sistematik yang dipakai untuk menggapai tujuan.
Metode adalah cara atau prosedur yang ditempuh untuk
menggapai tujuan tertentu. Lalu ada satu istilah lainnya yang berkaitan
dengan 2 istilah ini, yaitu tekhnik adalah cara yang spesifik dalam
pemmecahan masalah tertentu yang ditemukan dalam pelaksanaan prosedur.
Pengertian Metodologi
Banyak yang beranggapan kalau istilah metode dan metodologi itu sama padahal keduanya mempunyai pengertian yang berbeda.
Banyak yang beranggapan kalau istilah metode dan metodologi itu sama padahal keduanya mempunyai pengertian yang berbeda.
Mengenai perbedaan antara keduanya, Noeng Muhadjir menyatakan kalau metodologi penelitian membahas
mengenai konsep teoritik bermacam-macam metode, baik dari kelebihan
maupun kekurangannya dalam kjian ilmiah, yang selanjutnya dilanjutkan
dengan memilih metode terbaik untuk dipakai. Sedangkan secara teknis
metode penelitian mengemukakan mengenai metode-metode yang dipakai dalam
penelitian.
Selain hal itu dengan redaksi yang ringkas, kita dapat
mengartikan metodologi sebagai sebuah pengetahuan mengenai metode-metode
yang dipakai dalam penelitian. Sedangkan metode adalah cara atau
prosedur yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Setelah itu
ada satu istilah lainnya yang berkaitan dengan 2 istilah ini yaitu
teknik yang merupakan cara spesifik dalam pemecahan masalah tertentu
yang ditemukan dalam pelaksanaan prosedur.
Kata Metodologi berasal dari bahasa yunani yaitu “metodos”
dan “logos”. Kemudian kata “metodos” terdiri atas 2 suku kata yakni
“metha” yang artinya melewati atau melalui “hosos yang artinya cara atau
jalan. Metode artinya sebuah jalan yang dilewati untuk menggapai
tujuan. Sedangkan “logos” berarti ilmu. Jadi Metodologi adalah cara
atau ilmu ilmu yang dipakai untuk menemukan kebenaran mmenggunakan
penelusuran dengan tata cara tertentu dalam menemukan kebenaran,
tergantung dari realitas apa yang dikaji.
Ilmu terdiri dari 5 prinsip yaitu:
Orde (keteraturan)Determinisme (sebab-musabab)Parsimoni (kesederhanaan)Empirisme (pengalaman yang bisa diamati)
Orde (keteraturan)Determinisme (sebab-musabab)Parsimoni (kesederhanaan)Empirisme (pengalaman yang bisa diamati)
Dengan prinsip-prinsip yang seperti itu maka terdapat
banyak jalan untuk dapat menemukan kebenaran. Metodologi adalah sebuah
teta cara yang menentukan proses penelusuran apa yang mau digunakan.
Pengertian metodologi Penelitian
Metodologi penelitian adalah sekumpulan kegiatan, peraturan serta prosedur yang dipakai pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan suatu analisis teoritis tentang sebuah metode atau cara. Penelitian merupakan sebuah penyajian yang sistematis dengna tujuan untuk meningkatkan jumlah pengetahuan. Selain itu penelitian merupakan sebuah usaha yang terorganisasi dan sistematis untuk menyelidiki masalah tertentu yang membutuhkan jawaban. Hakekat penelitian bisa dimengerti dengan mempelajari berbagai macam aspek yang dapat mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. Setiap oerang memiliki motivasi yang tidak sama, karena dipengaruhi oleh tujuan serta profesi tiap orang yang tidak sama. Secara umum motivasi dan tujuan penelitian pada dasarnya yaitu penelitian merupakan suatu refleksi dari kemauan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuati. Kemauan untuk mendapatkan dan mengembangkan pengetahuan adalah kebutuhan dasar manusia yang pada umumnya merupakan mmotivasi untuk menjalankan penelitian.
Metodologi penelitian adalah sekumpulan kegiatan, peraturan serta prosedur yang dipakai pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan suatu analisis teoritis tentang sebuah metode atau cara. Penelitian merupakan sebuah penyajian yang sistematis dengna tujuan untuk meningkatkan jumlah pengetahuan. Selain itu penelitian merupakan sebuah usaha yang terorganisasi dan sistematis untuk menyelidiki masalah tertentu yang membutuhkan jawaban. Hakekat penelitian bisa dimengerti dengan mempelajari berbagai macam aspek yang dapat mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. Setiap oerang memiliki motivasi yang tidak sama, karena dipengaruhi oleh tujuan serta profesi tiap orang yang tidak sama. Secara umum motivasi dan tujuan penelitian pada dasarnya yaitu penelitian merupakan suatu refleksi dari kemauan manusia yang selalu berusaha untuk mengetahui sesuati. Kemauan untuk mendapatkan dan mengembangkan pengetahuan adalah kebutuhan dasar manusia yang pada umumnya merupakan mmotivasi untuk menjalankan penelitian.
Itulah uraian singkat dari kami tentangPerbedaan pengertian metode dan metodologi dalam penelitian. Semoga dapat bermanfaat.
Pengertian Metode Penelitian
Pengertian metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang
berarti cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah
yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu
subjek atau objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban
yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk
keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24).
Sedangkan pengertian penelitian, diantaranya :
1. Penelitian adalah usaha untuk menemukan,
mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan
dengan metode-metode ilmiah ( Sutrisno Hadi, 2007:3 ) [1]. John Dewey di dalam bukunya How We Think (1910) mengatakan bahwa metode ilmiah ialah langkah-langkah pemecahan suatu masalah yaitu sebagai berikut:
a. Merasakan adanya suatu masalah atau kesulitan, dan masalah atau kesulitan ini mendorong perlunya pemecahan.
b. Merumuskan dan atau membatasi masalah/kesulitan
tersebut. Di dalam hal ini diperlukan observasi untuk mengumpulkan fakta
yang berhubungan dengan masalah itu.
c. Mencoba mengajukan pemecahan masalah/ kesulitan
tersebut dalam bentuk hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini
adalah merupakan pernyataan yang didasarkan pada suatu pemikiran atau
generalisasi untuk menjelaskan fakta tentang penyebab masalah tersebut.
d. Merumuskan alasan-alasan dan akibat dari hipotesis yang dirumuskan secara deduktif.
e. Menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan
berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan melalui penyelidikan atau
penelitian. Hasil penelitian ini bisa menguatkan hipotesis dalam arti
hipotesis diterima, dan dapat pula memperlemah hipotesis, dalam arti
hipotesis ditolak. Dari langkah terakhir ini selanjutnya dapat
dirumuskan pemecahan masalah yang telah dirumuskan tersebut.
Adapun Noto Atmojo mengungkapkan bahwa metode ilmiah memiliki criteria, antara lain :
a. Berdasarkan fakta d. Menggunakan hipotesis
b. Bebas dari prasangka e. Menggunakan ukuran objektif
c. Menggunakan prinsip analisis
2. Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan
bahwa penelitian adalah “ penyidikan atau pemeriksaan
bersungguh-sungguh, khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan
menemukan dan menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang
telah diterima”.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa Metode penelitian adalah cara untuk memecahkan masalah ataupun
sebagai cara pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggunakan
metode-metode ilmiah yang sistematis dan logis.
B. Macam - macam Metode Penelitian
Banyak metode penelitian yang biasa digunakan dalam
penelitian social dan pendidikan. Mc. Milan membagi macam-macam metode
penelitian berdasarkan pendekatan yang digunakan, antaralain[2]:
1. Pendekatan Kualitatif
a. Metode Etnografis
Metode etnografis ialah metode yang digunakan untuk
menginterpretasi budaya, kelompok social dan suatu system masyarakat.
Penelitian etnografi bertujuan untuk mendeskripsikan cara berpikir,
adat, bahasa, kepercayaan dan prilaku hidup suatu masyarakat. Proses
penelitian ini biasanya dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup
lama, dengan bentuk observasi dan wawancara alamiah dengan partisipan
serta mengumpulkan dokumen atau benda-benda (artifak). Hasil akhir
penelitian ini biasanya sangat komprehensif dan menggambarkan
kompleksitas suatu kehidupan. Contoh penelitian dalam pendidikan : ”
Pelaksanaan kurikulum Berbasis Kompetensi”.
b. Metode Historis
Historis / Sejarah ialah studi tentang masa lalu dengan
menggunakan paparan dan penjelasan. Metode Historis ialah metode yang
bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif
dengan mengumpulkan , menilai, memverifikasi, dan mensintesis bukti
untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan
dan dalam hubungan hipotesis tertentu [3].
Ciri khas penelitian historis ialah periode waktu :
kegiatan, peristiwa, karakteristik, dan nilai-nilai dikaji dalam konteks
waktu. Contoh penelitian ini misalnya : ” Manajemen Pembuatan Kurikulum
Berbasis Kompetensi “
c. Metode Fenomenologis
Metode Fenomenologis ialah metode yang digunakan dalam
penelitian yang mencari arti dari pengalaman kehidupan. Peneliti
menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap,
penilaian, dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam
kehidupan. Tujuan penelitian ini ialah menemukan makna dari hal-hal yang
esensi atau mendasar dari suatu pengalaman.Penelitian ini dilakukan
melalui wawancara mendalam dari partisipan.Hasil studi ini diharapkan
dapat meningkatkan pemahaman pembaca tentang penghayatan kehidupan
oranglain.
d. Metode Studi Kasus
Metode Studi Kasus ialah metode yang digunakan dalam
penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan system”, baik itu
berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang
terikat oleh tempat ataupun waktu. Penelitian ini diarahkan untuk
menghimpun data, mengambil makna,dan memperoleh pemahaman dari kasus
tersebut. Suatu kasus tidak dapat mewakili populasi dan tidak
dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan dari populasi.Keismpulan sudi
kasus hanya berlaku bagi kasus yang diteliti. Karena tiap kasus bersifat
unik dan memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan
yang lain. Studi kasus memiliki beberapa kelemahan,antaralain[4]:
1. Sulit dibuat inferensi kepada populasi
2. Mudah dipengaruhi pandangan subjektif
Adapun keunggulan studi kasus ini ialah:
1. Dapat memberi hipotesis untuk penelitian lanjutan
2. Mendukung studi-studi besar dikemudian hari
3. Dapat digunakan sebagai contoh ilustrasi
e. Metode Teori Dasar
Metode Teori Dasar ialah merode yang digunakan dalam
penelitian dasar yang diarahkan pada penemuan atau penguatan suatu
teori. Penelitian teori dasar harus melalui beberapa langkah penelitian,
antaralain:
1. Peneliti memiliki gambaran sifat-sifat realitas empiris
2. Permulaan penelitian dimulai dengan pernyataan dasar mengenai dunia empiris yang dimasuki lapangan
3. Peneliti harus menetapkan data apa yang akan diambil
4. Peneliti harus melakukan ekplorasi
5. Peneliti harus mampu melakukan inspeksi
6. Peneliti harus mampu menganalisa dan melakukan rekonstrsuksi penemuan untuk bangunan hipotesis barunya.
f. Metode Studi Kritis
Metode Studi kritis ialah metode yang digunakan dalam
penelitianyang berkembang dari teori kritis, feminis, ras dan
pascamodern yang bertolak dari asumsi bahwa pengetahuan bebrsifat
subjective. Peneliti kritis memandang bahwa masyarakat terbentuk oleh
orientasi kelas, status, ras ,suku bangsa,jenis kelamin, dll. Peneliti
feminis memusatkan perhatiannya pada masalah jender, ras, sedangkan
peneliti pascamodern memusatkan pada institusi social dan
kemasyarakatan. Dalam penelitian kritis, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antaralain:
1. Peneltian kritis tidak bersifat deskrit.
2. Penelitian kritis menggunakan pendekatan studi kasus
2. Pendekatan Kuantitatif
a. Metode Deskriptif
Metode deskriptif ialah suatu metode penelitian yang
digunakan dalam Penelitian deskriptif untuk menggambarkan fenomena yanga
ada. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang memberi uraian
mengenai gejala social yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang
nilai variable bedasarkan indicator yang diteliti tanpa membuat hubungan
dan perbandingan dengan sejumlah variable yang lain. Tujuan metode
deskriptif ini ialah:
1.Mengumpulkan informasi actual secara rinci yang melukiskan gejala.
2.Mengidentifikasi masalah dan memeriksa praktik yang berlaku.
3.Menetapkan keputusan apabila oranglain menghadapi situasi yang sama
Syarat penelitian deskriptif:
1.Peneliti harus memiliki sifat represif. Ia harus mencari,bukan menguji.
2.Peneliti harus memiliki kekuatan integrative.
3.Peneliti tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan variable
Contoh penelitian :” Kecerdasan Emosi Siswa SMA 1 Kab.Pelalawan Riau
b. Metode Komparatif
Metode Komparatif ialah metode yang digunakan dalam
penelitian yang diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua variable
ada perbedaan dalam suatu aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini
tidak ada manipulasi dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alami,
dengan mengumpulkan data dengan suatu instrument. Hasilnya dianalisis
secara statistic untuk mencari perbedaan variable yang diteliti.
c. Metode Korelasional
Metode Korelasional ialah metode yang mencari hubungan
atau korelasi diantara variable-variabel yang dicari.. Korelasi antara
dua variable atau lebih dapat berupa, sebaaai berikut
1. Korelasi Positif, yaitu korelasi dimana jika salah
satu variable meningkat, maka variable lain cenderung meningkat pula,
atau sebaliknya bila salah satu variable turun, maka variable yang lain
cenderung turun.
2. Korelasi Negatif, yaitu korelasi dimana jika salah
satu variable meningkat, maka variable yang lain akan cenderung menurun,
begitu pula sebaliknya.
3. Tidak ada Korelasi, yaitu kedua variable tidak menunjukkan adanya hubungn antara keduanya.
4. Korelasi sempurna, yaitu korelasi dimana kenaikan dan penurunan variable yang satu berbanding seimbang dengan yang lain.
Tujuan metode korelasional ini ialah untuk meneliti
sejauh mana variable pada satu factor berkaitan dengan factor lainnya.
Metode ini digunakan untuk:
1. Mengukur hubungan antar variable
2. Meramalkan variable tak bebas dari pengetahuan kita tentang variable bebas
3. Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental
d. Metode Survey
Metode Survey ialah metode yang digunakan dalam
penelitian yang dilakukan dalam pengamatan langsung terhadap suatu
gejala dalam populasi besar atau kecil. Proses penelitian survey
merupakan suatu fenomena social dalam bidang pendidikan yang menarik
perhatian peneliti. Penelitian survey menggambarkan proses transformasi
komponen informasi ilmiah, yakni [5]:
e. Metode Ekpos Fakto
Metode Ekpos Fakto ialah metode yang digunakan dalama
penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi
oleh peneliti. Adanya hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian
teoritis, bahwa suatu variable tertentu mengakibatkan variable tertentu.
Umpamanya : peningkatan pengetahuan tentang gizi pada ibu hamil
menyebabkan kesehatan bayi meningkat. Penelitian ekpos fakto ini dapat
dilakukan dengan baik bila dengan menggunakan kelompok pembanding.
f. Metode Tindakan
Metode Tindakan ialah metode yang digunakan dalam
penelitian yang diarahkan pada pemecahan masalah atau perbaikan.
Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun peningkatan
hasil kegiatan. Contohnya guru mengadakan pemecahan masalah terhadap
masalah-masalah yang ada dalam kelas.
C. Manfaat Metode Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dengan mengetahuinya metode penelitian ini ialah [6]:
1. Mengetahui arti pentingnya penelitian
2. Menilai hasil-hasil penelitian
3. Dapat melahirkan sikap dan pola piker yang skeptic, analitik, kritik dan kreatif
5.JENIS-JENIS PENELITIAN
Jenis-Jenis Metode Penelitian Beserta Contohnya
Penelitian Sebagai Upaya Sistematik Dalam Menemukan Dan Atau Mengembangkan Pengetahuan Yang Benar Beserta Contohnya.
Oleh Wahyu Nur H
Aktivitas penelitian di berbagai bidang ipteks secara
substansi ditandai oleh empat hal, yaitu adanya upaya bersifat
sistematik, adanya sesuatu hasil temuan, adanya kebermanfaatan dan
adanya tindak lanjut penyebarluasan temuan (Mukhadis, 2013:70).
Upaya sistematik dalam konteks ini ditandai dengan adanya
kejelasan langkah-langkah yang ditempuh secara eksplisit, jelas dan
lugas mulai dari penentuan masalah sampai penarikan kesimpulan dan atau
generalisasi (perampatan) dan dapat direplikasi oleh peneliti lain
temuan (Mukhadis, 2013:70). Penelitian sebagai upaya sistematik
memiliki arti bahwa untuk dapat memperoleh pengetahuan yang benar,
penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah oleh peneliti
yang memiliki integritas ilmiah. Penelitian dilaksanakan berdasarkan
teori-teori, prinsip-prinsip, serta asumsi-asumsi dasar ilmu pengetahuan
dengan menggunakan penalaran deduktif serta prosedur dan teknik
sistematik.
Sebagai contoh, Creswell (2012:8-11) menyebutkan setidaknya
terdapat 6 sistematika penelitian yaitu: (1) mengidentifikasi masalah
penelitian, (2) mencari literatur yang sesuai dan mendukung, (3)
menspesifikkan tujuan penelitian, (4) mengumpulkan data, (5) menganalisa
dan mengintepretasikan data, dan (6) membuat laporan dan evaluasi
penelitian.

Sistematika penelitian menurut (Sumber: Creswell, 2012:8)
Aspek temuan dari suatu penelitian dalam bidang Ipteks
secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu
sebagai hasil ‘menemukan’dan ‘mengembangkan’ (Mukhadis, 2013:70). Hasil penelitian dikelompokkan ke dalam kategori menemukan apabila
dari masalah, metode dan hasil penelitian tersebut memenuhi indikator
aspek kebaruan dan belum pernah diteliti oleh peneliti lain sebelumnya.
Sedangkan hasil penelitian dikatakan mengembangkanapabila
temuan tersebut berupa penyempurnaan atau modifikasi dari berbagai
hasil penelitian sebelumnya yang berorientasi menghasilkan produk, yang
memiliki nilai tambah yang dignifikan terhadap produk yang telah ada
sebelumnya.
Kegiatan ilmiah untuk memperolehpengetahuan yang benar sebagai
penyempurnaan pengetahuan sebelumnya telah dilaksanakan oleh para
peneliti dan ilmuan dalam bidang ilmunya masing-masing. Pengetahuan yang
berupa fakta-fakta, konsep-konsep, generalisasi-generalisasi, dan
teori-teori yang telah dihasilkan dari berbagai penelitian itu merupakan
sumbangan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam berbagai bidang. Disamping itu hasil penelitian juga telah
memungkinkan manusia dapat lebih baik memecahkan masalah-masalah praktis
yang dihadapi dalam hidupnya.
Berikut akan dijabarkan secara kompleks tentang
bentuk-bentuk konkret dari penelitian –pengertian beserta
contohnya- antara lain:
a. Eksperimen
Penelitian eksperimental merupakan bentuk penelitian
percobaan yang berusaha untuk mengisolasi dan melakukan kontrol setiap
kondisi-kondisi yang relevan dengan situasi yang diteliti kemudian
melakukan pengamatan terhadap efek atau pengaruh ketika kondisi-kondisi
tersebut dimanipulasi. Dengan kata lain, perubahan atau manipulasi
dilakukan terhadap variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada variabel
terikat. Menurut Emzir (2008:96-103) desain penelitian ekperimen dibagi
menjadi empat bentuk yakni, pre-experimental design,true experimental design, quasy experimental design dan factorial design.
Contoh:
Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran TANDUR Berbantuan
Web Interaktif Terhadap Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi
Siswa Kelas VII SMPN 3 Malang.(Kuasi Eksperimen terhadap Siswa Kelas
VII SMP Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2010/2011). (Sumber:perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).
b. Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang
ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang
berlangsung saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini tidak
mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variabel-variabel bebas,
tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Penggambaran kondisi bisa
individual atau menggunakan angka-angka. (Sukmadinata, 2006:5)
Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan suatu keadaan
saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan
perkembangannya, penelitian demikian disebut penelitan perkembangan (Developmental Studies). Dalam penelitian perkembangan ini ada yang bersifatlongitudinal atau sepanjang waktu dan ada yang bersifat cross sectionalatau dalam potongan waktu.
Contoh:
Manajemen Pengembagan Kinerja Guru SMK se-Kabupaten
Kuningan: Studi Tentang Kepemimpinan Entrepeuneur Dan Sistem kompensasi
Kreativitas dan Kinerja Inovatif.(Sumber: perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).
c. Korelasional
Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan
tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan
tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan
tingkat variabel yang penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan
yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan
penelitian. (Sukardi, 2003:166)
Penelitian korelasi merupakan bentuk penelitian untuk
memeriksa hubungan diantara dua konsep. Secara umum ada dua jenis
pernyataan yang menyatakan hubungan, yaitu: (1) gabungan antara dua
konsep, ada semacam pengaruh dari suatu konsep terhadap konsep yang
lain; (2) hubungan kausal, ada hubungan sebab akibat. Pada hubungan
kausal, penyebab diferensikan sebagai varibel bebas dan akibat
direferensikan sebagai variabel terikat. Pada penelitian korelasi tidak
ada kontrol atau manipulasi terhadap variabel.
Contoh:
Hubungan Antara Penerimaan Diridengan Kompetensi
Interpersonal Pada Remaja (Studi korelasi pada remaja tunanetra yang
mengalami ketunanetraan tidak sejak dari lahir di PSBN Wyata Guna
Bandung). (Sumber: repository.upi.edu).
d. Komparatif
Penelitian kausal komparatif atau penelitian ex post facto adalah
penyelidikan empiris yang sistematis dimana ilmuan tidak mengendalikan
variabel bebas secara langsung karena eksistensi variabel tersebut telah
terjadi. Pendekatan dasar klausa komparatif melibatkan kegiatan
peneliti yang diawali dari mengidentifikasi pengaruh variabel satu
terhadap variabel lainnya kemudian dia berusaha mencari kemungkinan
variabel penyebabnya.
Penelitian komparatif membandingkan situasi masa lalu dan
saat ini atau situasi-situasi paralel yang berbeda, khusunya apabila
peneliti tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang diteliti.
Penelitian ini bisa memiliki perspektif makro (misal:
internasional,nasional) dan mikro (misal: komunitas, individu).
Contoh:
Studi Komparatif Penerapan Model Contextual Teaching and
Learning (CTL) dengan Model Problem Based Learning (PBL) dalam Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar SiswaPada Standar Kompetensi Menganalisis
Rangkaian Listrik dan Elektronika Di SMKN 12 Bandung. (Sumber: repository.upi.edu).
e. Evaluasi
Penelitian evaluasi merupakan bentuk penelitian yang
bertujuan untuk memriksa proses perjalanan suatu program sekaligus
menguraikan fakta-fakta yang bersifat kompleks dan terlibat di dalam
program. Misalnya adalah keefektifan, efisiensi dan kemenarikan
suatu program(Mukhadis, 2013:61).
Contoh:
Evaluasi Proses Pembelajaran TIK SMA Negeri di Kota Malang
Berdasarkan Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses. (Deskriptif
tentang kondisi proses pembelajaran mata pelajaran TIK SMA di Kota
Malang Tahun Ajaran 2010/2011 dengan jumlah populasi 10 SMA Negeri dan
sampel penelitian sebanyak 5 SMA Negeri). (Sumber:perpustakaan Universitas Negeri Malang, skripsi tidak diterbitkan).
f. Simulasi
Penelitian simulasi merupakan bentuk penelitian yang
bertujuan untuk mencari gambaran melalui sebuah sistem berskala kecil
atau sederhana (model) dimana di dalam model tersebut akan dilakukan
manipulasi atau kontrol untuk melihat pengaruhnya. Penelitian ini mirip
dengan penelitian eksperimental, perbedaannya adalah di dalam penelitian
ini membutuhkan lingkungan yang benar-benar serupa dengan keadaan atau
sistem yang asli.
Contoh:
Penggunaan Simulasi Monte Carlo Untuk Menentukan Nilai Outcome Pada Pengambilan Keputusan (Studi Kasus Pengambilan Keputusan pada Toko NAFC Collection). (Sumber: repository.upi.edu)
Penggunaan Simulasi Monte Carlo Untuk Menentukan Nilai Outcome Pada Pengambilan Keputusan (Studi Kasus Pengambilan Keputusan pada Toko NAFC Collection). (Sumber: repository.upi.edu)
g. Survey
Survey research designs are procedures in quantitative
research in which investigators administer a survey to a sample or to
the entire population of people to describe the attitudes, opinions,
behaviors, or characteristics of the population.(Creswell, 2012: 376)
Penelitian survey digunakan untuk mengumpulkan data atau
informasi tentang populasi yang besar dengan menggunakan sampel yang
relatif kecil. Populasi tersebut bisa berkenaan dengan orang, instansi,
lembaga, organisasi dan unit-unit kemasyarakatan dan lain-lain, tetapi
sumber utamanya adalah orang. Desain survey tergantung pada penggunaan
jenis kuisoner. Survey memerlukan populasi yang besar jika peneliti
menginginkan hasilnya mencerminkan kondisi nyata, semakin besar sample
survey semakin memberikan hasil akurat. Penelitian survei memiliki tiga
tujuan utama yaitu menggambarkan keadaan saat itu, mengidentifikasi
secara terukur keadaan sekarang untuk membandinkan, menentukan hubungan
kejadian yang spesifik.
Contoh:
Stress and Burnout in Rural and Urban Secondary School Teachers. Journal of Educational Research. 1999. 92, pg. 287–293. (dalam Creswell, 2012:378)
h. Studi Kasus
Sebuah studi kasus adalah eksplorasimendalam dari
sistem terikat(misalnya, kegiatan, acara, proses,atau
individu) berdasarkanpengumpulan data yang luas. Studi kasus melibatkan
investigasi kasus, yang dapat didefinisikan sebagai suatu entitas atau
objek studi yang dibatasi, atau terpisah untuk penelitian dalam hal
waktu, tempat, atau batas-batas fisik. Penting untuk memahami bahwa
kasus dapat berupa individu, program, kegiatan, sekolah, ruang kelas,
atau kelompok. Setelah kasus didefinisikan dengan jelas, peneliti
menyelidiki mereka secara mendalam, biasanya menggunakan beberapa metode
pengumpulan data, seperti wawancara, observasi lapangan, dan
dokumentasi.
Studi kasus kolektif; (a) melibatkan beberapa kasus, (b)
dapat terjadi selama bertahun situs, dan (c) menggunakan banyak
individu. Kerangka konseptual untuk studi kasus adalah bahwa dengan
mengumpulkan informasi mendalam tentang kasus, peneliti akan mencapai
pemahaman mendalam tentang kasus ini, apakah kasus itu adalah seorang
individu, kelompok, kelas, atau sekolah.
Contoh:
Butera, G. 2005. Collaboration in the context of Appalachia: The case of Cassie. The Journal of Special Education, 39(2): 106–116.
Butera (2005) menggunakan studi kasus dan data yang
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumen untuk
menggambarkan kolaborasi tim dengan anak 4 tahun di West Virginia.
(Stoner, 2010: 21)
i. Teori Dasar (Grounded Theory)
Grounded Theory merupakan pendekatan yang
memungkinkan peneliti untuk mengembangkan atau menemukan teori yang
didasarkan pada studi fenomena. Dengan menggunakan grounded theory,
peneliti sengaja (a) memilih peserta yang mengalami fenomena yang
sedang dipelajari, (b) menganalisis data (yaitu, wawancara, dokumen, dan
catatan), dan (c) mendekati fenomena yang diteliti tanpa prasangka
pengertian. Kerangka konseptual ini memungkinkan suara peserta muncul ,
mensyaratkan bahwa peneliti mengidentifikasi tema utama atau konsep dari
data peserta , dan memberikan jalan untuk mengembangkan teori dari
perspektif peserta .
Most grounded theory researchers will begin with
research questions but they do not start with a hypothesis, nor do they
begin their investigation with a thorough review of the literature
relating to their topic. They build up theory from their data and they
do not wait until all data are collected before they begin the analysis
stage. (Bell, 2005: 19)
Contoh:
Bays, D. A., & Crockett, J. B. 2007. Investigating Instructional Leadership For Special Education. Exceptionality, 15(3): 143–161.
Pendekatan grounded theory digunakan oleh Bays dan Crockett
(2007) untuk menyelidiki kepemimpinan instruksional untuk pendidikan
khusus di sekolah dasar. (Stoner, 2010: 22)
j. Etnografi
Ethnographic researchers attempt to develop an
understanding of how a culture works and many methods and techniques are
used in this such us: participant observation, interview, mapping and
charting, interaction analysis, study of historical records and current
public documents, the use of demographic data. (Bell, 2005:16)
Etnografi adalah analisis mendalam dari kelompok sosial.
Data biasanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen.
Jenis penelitian ini berfokus pada membangun catatan perilaku dan
kepercayaan dari kelompok dari waktu ke waktu. Etnografi mengharuskan
peneliti berpartisipasi, baik sebagai pengamat atau peserta aktif, waktu
interaksi yang cukup lama dengan kelompok yang diteliti. Kerangka
konseptual etnografi adalah bahwa keterlibatan langsung ke dalam budaya
kelompok akan memungkinkan peneliti untuk melihat dunia dari perspektif
kelompok, dan melihat yang akan memberikan pemahaman tentang perilaku
dan keyakinan kelompok.
Contoh:
Harry, Klingner, & Hart. 2005. African American families under fire: Ethnographic views of family strengths.Remedial and Special Education, 26(2): 101–112.
Harry, Klingner, dan Hart (2005) menerbitkan sebuah studi
etnografi siswa Amerika keturunan Afrika dalam pendidikan khusus di
sebuah distrik sekolah beragam budaya perkotaan. (Stoner, 2010: 22)
k. Kultural
Penelitian kultural (budaya) merupakan penelitian yang
dilakukan atas objek berupa unsur atau gejala budaya dengan menggunakan
perangkat metodologis yang tercakup di dalam ilmu pengetahuan budaya.
Unsur atau gejala budaya adalah unsur atau gejala yang terdapat di dalam
suatu masyarakat yang berkaitan dengan perangkat nilai-nilai,
pemikiran, dan hasil budi daya dalam bentuk interaksi antara masyarakat
dengan lingkungannya atau segi hasil pemikiran atau kreasi anggotanya
yang terungkap dalam wujud tulisan atau benda-benda.
Contoh:
Identifikasi Ajen Budaya Sunda Dina Wawacan Jaka Bayawak.
(Sumber: repository.upi.edu).
l. Historis
Penelitian historikal merupakan bentuk penelitian yang
memiliki tujuan untuk menggambarkan fakta dan menarik kesimpulan atas
kejadian masa lalu. Data primer dari penelitian ini adalah data yang
bersifat historis, misalnya para arkeolog menggunakan sumber data berupa
dokumentasi tentang masa lalu. Penelitian historikal dapat digunakan
untuk menemukan solusi sementara berdasarkan kejadian masa lalu dan
menggambarkan tren masa kini atau masa depan.
Kothari (2004) mengategorikan jenis penelitian histori ke
dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan perspektif –mempelajari
kegiatan/agenda masa lampau sampai sekarang- dan pendekatan
retroperpektif –mempelajari kegiatan/agenda saat ini kemudian
dihubungkan dengan hal serupa di masa lalu-.
Contoh:
Seni Tradisi Gembyung di Kampung Ganceuy Kabupaten Subang 1975-1999 (Suatu Kajian Historis Terhadap Sosial Budaya Masyarakat). (Sumber: repository.upi.edu).
m. Etnologi
Penelitian etnologi merupakan penelitian yang fokus kepada
perilaku manusia. Peneliti lebih condong menggunakan interpretasi
langsung dari perilaku subjek yang diteliti daripada melakukan
interpretasi dari segi teoritik. Peneliti harus berusaha untuk tidak
nampak sebagai peneliti, karena bila tidak demikian interpretasi atas
data yang didapat dari responden akan terpengaruh.
Contoh:
Eufemisme Dalam Bahasa Simalungun (Suatu Kajian Sosiolinguistik) (Sumber: repository.usu.ac.id).
n. Penelitian Praktis (Penelitian Tindakan/Action Reasearch)
Action research designs often utilize both quantitative
and qualitative data, but they focus more on procedures useful in
addressing practical problems in schools and the classrooms. Action
research designs are systematic procedures used by teachers (or other
individuals in an educational setting) to gather quantitative and
qualitative data to address improvements in their educational setting,
their teaching, and the learning of their students(Creswell, 2012:577).
Penelitian tindakan merupakan bentuk penelitian yang berisi
berbagai macam prosedur untuk menguraikan kasus-kasus yang bersifat
mikro atau khusus. Simpulan dari penelitian tindakan langsung
diberlakukan hanya untuk kasus yang diteliti dan tidak bisa
digeneralisasikan. Penelitian tindakan lebih condok ke metode kualitatif
yang sangat bergantung pada data penagamatan yang bersifat
behavioralistik.
Contoh:
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Tentang
Pemecahan Masalah Yang Melibatkan Uang Melalui Metode Simulasi
(Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas III B SDN Cicadas 03 Gunung
Putri Bogor). (Sumber: repository.upi.edu).
6.CIRI KHAS PENELITIAN
1. Masalah yang diteliti haruslah betul-betul sebagai
masalah, sehingga data yang terkumpul dalam penelitian itu dapat
digunakan untuk pemecahan masalah. Dengan rumusan masalah dan tujuan
penelitian yang benar dan jelas. Sehingga penelitian akan lebih terarah
dan fokus, efisien dan efektif.
2. Prosedur penelitian yang Rinci
Prosedur penelitian harus jelas, terperinci, dijabarkan.
Sehingga bukan hanya anda saja yang memahaminya, tapi orang lain yang
membaca hasil tulisan anda.
3. Prosedur Harus teliti
Prosedur dalam rancangan penelitian harus dibuat secara
teliti dan hati-hati, agar nantinya penelitian anda menjadi penelitian
yang benar-benar valid. Valid maksudnya sesuai antara data dan fakta.
Sementara data yang dimaksud adalah teori-teori yang mendukung
penelitian, dokumen, maupun kuesioner anda. Intinya, dalam meneliti mau
tidak mau anda harus mengedepankan prosedur. Prosedurnya jelas, dan
teliti.
4. Laporan lengkap dan sistematis
Laporan penelitian harus lengkap, dan disusun secara
sistematis. Kelengkapan yang dimaksud mencakup teori yang mendukung
penelitian anda, sumber data baik pustaka maupun lapangan, sekunder
maupun primer, dan sebagainya.
Dalam menyusun laporan penelitian, baik itu jurnal,
skripsi, tesis, dan disertasi, laporan yang sistematis menjadi nilai
tersendiri, dan tentunya akan diistimewakan. Sistematis dalam penelitian
termasuk dalam hal kemampuan anda dalam mengolah data, penempatan teori
dari A sampai Z.
5. Analisis tepat
Analisis yang digunakan harus tepat. Dalam penelitian, ada
baiknya sebelum menemukan masalah, dan membuat judul, anda harus membuat
rencana yang baik tentang desain penelitian anda. Termasuk dalam hal
menentukan analisisnya. Misalnya menggunakan analisis korelasi, maka
yang dikaji dan diteliti adalah hubungan antara masalah A dan B. yah
begitulah selanjutnya, jika meneliti hubungan maka gunakan analisis
korelasi. Jika meneliti perbandingan, gunakan analisis komparatif.
6. Kesimpulan dan Saran dari sumber Bukan pribadi
Setiap kesimpulan dan saran yang diberikan harus didukung
oleh data yang diperoleh dari penelitian. Dengan kata lain, kesimpulan
dan saran yang anda tuliskan bukanlah pendapat anda semata. Boleh anda
mengajukan pendapat, namun hal tersebut hanya sekedar saran tambahan.
7. Peneliti berintegritas
Poin inilah yang paling penting. Integritas merupakan
perpaduan dari semua poin di atas. Dalam penelitian, seorang peneliti
yang berintegritas tentunya akan sangat ditunggu-tunggu hasil
penelitiannya. Bagaimana dengan skripsi? tentunya poin ini-pun akan
berlaku. Mahasiswa yang berintegritas dalam penelitiannya adalah
mahasiswa yang membuat skripsinya dengan hasil jerih payahnya sendiri,
bukan dengan konsultan atau menggunakan jasa orang lain. Tentunya dengan
menerapkan poin-poin yang sudah dijelaskan diatas.
Sekian.
7.SYARAT UTAMA BERHASILNYA PENELITIAN
1. Adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya penelitian untuk suatu negara ataupun daerah
Kesadaran masyarakat tentang pentingnya penelitian
sangatlah diperlukan, hal ini disebabkan karena ilmuwan tidak dapat
bekerja bila mana tidak adanya dukungan masyarakat. Misalnya ilmuwan
menghendaki adanya laboratorium, lapangan percobaan, alat-alat, dan lain
sebagainya yang mana hal tersebut memerlukan biaya dari masyarakat yang
sadar akan pentingnya penelitian. Tidak adanya kesadaran masyarakat
akan pentingnya penelitian maka para ilmuwan sudah tentu tidak dapat
berkonsentrasi pada penelitiannya dan akan cenderung mencari pekerjaan
lainnya.
2. Harus ada sarana dan pembiayaan yang cukup
Dalam mengadakan penelitian tentunya memerlukan biaya yang
tidak sedikit. Dana penelitian tersebut dapat berasal dari pemerintah,
pihak swasta, dan dapat berasal dari berbagai kalangan masyarakat yang
sadar akan pentingnya penelitian. Pada dasarnya, penelitian merupakan
investasi bagi negara tersebut. Bila investasi itu atau penelitian
tersebut berhasil, maka semua kalangan dapat merasakan hasilnya.
3. Hasil penelitian harus dengan segera diterapkan
Hasil penelitian yang diterapkan dalam masyarakat dapat
menjadi suatu kebanggan bagi peneliti itu sendiri. Selain itu,
penelitian yang dengan segera diterapkan akan menjadi pemicu bagi
peneliti untuk menghasilkan karya penelitian yang lebih baik dari waktu
ke waktu. Dampak lainnya, adalah masyarakat yang merasakan implementasi
dari penelitian tersebut tentunya akan meningkatkan kepercayaan kepada
ilmuwan, sehingga dukungan dari masyarakat akan terus mengalir.
4. Harus ada kebebasan dalam melalukan penelitian
Kebebasan untuk melakukan penelitian merupakan hal yang
layak diterima oleh para ilmuwan. Hal ini disebabkan supaya ilmuwan
tidak didikte untuk melakukan berbagai penelitian yang hanya ditujukan
untuk kepentingan salah satu kelompok saja.
5. Peneliti harus mempunyai kualifikasi yang diperlukan
Peneliti tersebut merupakan ilmuwan yang berbobot.
Maksudnya, ilmuwan yang memiliki yang menguasai bidangnya, mempunyai
pengabdian yang tinggi dalam mengejar ilmu pengetahuan, berkemauan
keras, memiliki kejujuran intelektual, rajin dan integritas yang tinggi,
serta bertanggungjawab.
Menyambung dari syarat kelima yang dikemukakan Somers
(1959) dalam buku Metode Penelitian karangan Nazir (1988) menilik yang
diungkapkan oleh F.L. Whitney dalam buku The Element Of Research, menyatakan bahwa terdapat beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang peneliti, yaitu:
Mempunyai daya nalar yang tinggi untuk memberikan alasan
dalam pemecahan masalah.Mempunyai ide-ide segar yang cemerlang, sehingga
terhindar dari tindakan plagiat.Memiliki daya ingat yang kuat, sehingga
dapat dengan sigap melayani masalah serta menguasai fakta-faktaMemiliki
tingkat kewaspadaan yang tinggi sehingga dapat segera mengetahui dan
responsif bilamana terdapat perubahan yang atas suatu sifat
fenomenaMemiliki tingkat penghitungan yang akurat, tajam, serta
beraturanMempunyai tingkat konsentrasi yang tinggi, kemauan yang keras
serta tidak cepat bosanMemiliki sifat kooperatif, dan berjiwa
leadershipMemiliki kesehatan baik jiwa maupun fisikMemiliki semangat
untuk menelitiMemiliki kejujuran intelektual, moral yang tinggi,
beriman, dan dapat dipercaya.
8.LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Penelitian merupakan suatu rangkaian kegiatan ilmiah
yang berawal adanya permasalahan yang akan dicari jawabannya. Dalam
penelitian langkah kerja sangat penting agar hasil dan laporannya dapat
dipertanggung jawabkan. Dengan adanya langkah kerja maka penelitian akan
dapat dilaksanakan tepat dalam arah menuju tujuan yang ditentukan untuk
mencapai tujuan penelitian, dalam makalah ini akan dibahas mengenai
langkah – langkah penelitian secara ringkas sehingga mudah dipahami.
PERSYARATAN PENELITIAN
Penelitian dikatakan ilmiah jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :
Mengikuti konsep ilmiah, yaitu menggunakan cara – cara
ilmiah, berdasarkan fakta, menggunakan analisis, menggunakan hipotesis
menggunakan ukuran yang objektif dan menggunakan teknik
kuantifikasi.Sistematik, yaitu dilaksanakan menurut urutan
tertentu.Terencana, yaitu dilakukan secara sengaja dan bukan secara
kebetulan.
Beberapa syarat lain yang merupakan tolak ukur penelitian dikatakan baik antara lain :
Mempunyai tujuan yang jelas.Dilakukan dengan hati –
hati, cermat, teliti.Dapat diuji.Dapat diulang oleh penelitian
lain.Penelitian memiliki ketepatan dan keyakina.bersifat
objektif.Berlaku untuk umum.Bersifat hemat.Ungkapan atau kata harus
selalu sama untuk ungkapan yang memiliki arti sama.Antara sama bagian
dengan bagian lain saling berkaitan.
TAHAPAN DALAM PENELITIAN
Terdapat beberapa tahapan dalam penelitian yang dapat
menunjang pelaksanaan penelitian agar memperoleh hasil yang maksimal.
Berikut tahapan – tahapannya :
1.1. Identifikasi Permasalahan
setelah peneliti memperoleh dan menetukan topic
penelitian, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah
mengidentifikasi permasalahan yang akan dipelajari. Maksud identifikasi
adalah sebagai penegasan batas – batas permasalahan, agar pembahsan
penelitian tidak keluar dari tujuannya. Dalam identifikasi permasalah
ada dua langkah poko yaitu
1.1.1. Penguraian Latar Belakan Permasalahn
Tujuannya adalah untuk menjelaskan latar belakang
mengapa sesuatu dianggap sebagai permasalahan. Penguraian masalah
berangkat dari latar belakang yang bersifat umum, yaitu berada dalam
kerangka pemikiran yang luas menuju permasalahan yang spesifik dan
berpusat pada pokok permasalahan.
1.1.2. Perumusan Permasalahan
Yaitu rumusan dalam bentuk kalimat – kalimat Tanya yang
akan dicari jawabannya oleh peneliti berawal dari pokok permasalahn yang
akan diteliti.
Ciri – ciri perumusan permasalahan :
Menanyakan mengenai hubungan antar 2 variabel.Dinyatakam
dengan jelas dalam bentuk kalimat Tanya.Data yang digunakan untuk
menjawab harus ada.Tidak boleh berisi pertanyaan mengenai moral dan
etika.
1.2. Menyusun Landasan Teori dan Merumuskan Hipotesis
Meskipun dugaan peneliti dapat menjadi titik tolak dalam
menelaah teori dan prediksi, namun hipotesis tidak dirumuskan sekedar
mengikuti dugaan peneliti. Pada penelitian terdapat dua jalur menuju
hipotesis. Jalur pertama adalah membaca dan meriview teori dna konsep
yang relevan dengan pemasalahan penelitian. peneliti harus harus selalu
bersikap terbuka terhadap fakta dan kesimpulan yang memperkuat maupun
yang bertentangan dalam prediksi.
dengan begitu barulah hipotesis dapat dirumuskan sesuai dengan dasar teori dan kenyataan hasil penelitian.
1.3. Menentukan Variabel Penelitian
Identifikasi variable adalah pernyataan mengenai apa dan
begaimana fungsi masing – masing variable yang diperhatikan. setiap
variable yang telah diidentifikasikan perlu dilakukan perumusan definisi
variable. Perumusan tersebut artinya menerjenahkan konsep mengenai
variable kedalam bentuk indicator.
1.4. Memilih Intrumen Penelitian
Instrumen penelitian berperan penting dalam memperoleh
informasi yang akurat dan terpercaya. Bentuk intrumen penelitian antara
lainwawancara, angket, Tes, dan lain – lain. Apapun bentuk instrument
yang digunakan, masalah ketepatan tujuan dan penggunaan instrument dan
kepercayaan hasil ukurnya merupakan hal penting yang harus diperhatika.
1.5. Menentukan Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah sumber utam data penelitian,
yaitu data variable yang diteliti. Subjek penelitian pada dasarnya
adalah yang menjadi objek kesimpulan hasil penelitian. Jika subjek
penelitian terbatas maka subjek dapat diteliti secara langsung,
sebaliknya jika subjek penelitian sangat banyak maka dapat dilakukan
study sampel.
1.6. Mengumpulkan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui instrument
pengumpulan data, observasi, maupun melalui dokemntasi. Data yang
dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari
sumber langsung berupa interview atau observasi. Dta sekunder diperoleh
dari sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsip – arsip
resmi.
1.7. Mengolah Data
Kegiatan mengolah data bertujuan untuk memperoleh
kesimpulan hasil analisis. Hasil analisis data yang menjadi dasar
penolakan atau penerimaan hipotesis dan harus dibaha dalam pemecahan
masalah. Apakah hasil analisi data menyimpulkan bahwa hipotesis harus
diterima atau ditolak, diskusi tentang hal tersebut akan menentukan
bobot penelitian yang dilakukan. Untuk mempermudah dan mempercepat
proses maka pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan komputer.
1.8. Menulis Laporan Hasil Penelitian
Langkah terakhir dalam penelitian adalah laporan hasil
penelitian. Penelitian yang tidak disebar luaskan akan kurang bermafaat
dan tidak memiliki nilai praktis yang tinggi. Jadi menulis laporan hasil
penilitian merupakan kewajiban seorang peneliti yang dapat
dipertanggung jawabkan. Format laporan dapat berbeda – beda namun isi
laporan harus tetap sesuai dengan temuan peneliti
Komentar
Posting Komentar