BAB II METODE ILMIAH & METODE PENELITIAN
1.METODE ILMIAH
Metode ilmiah merupakan suatu prosedur atau urutan langkah yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah.
Metode ilmiah juga dapat didefinisikan sebagai cara
menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan
penjelasan kebenaran (Almadk ,1939).
Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah)
yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science
project).
Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris:
scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh
pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan
pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan
fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji
dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji
berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
(wikipedia)
Tujuan Mempelajari Metode Ilmiah
Untuk meningkatkan keterampilan, baik dalam menulis,
menyusun, mengambil kesimpulan maupun dalam menerapkan prinsip-prinsip
yang ada.Untuk mengorganisasikan faktaMerupakan suatu pengejaran
terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan
logis.Untuk mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan
masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi
temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan.Mendapatkan pengetahuan
ilmiah (yang rasional, yang teruji) sehingga merupakan pengetahuan yang
dapat diandalkan.
Langkah-langkah Metode Ilmiah
Perumusan masalah
Pertanyaan mengenai objek empiris yang jelas
batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan factor-faktor yang terkait
di dalamnya.
Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
Argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin
terdapat antara berbagai factor yang saling mengikat dan membentuk
konstelasi permaslahan.
Disusun secara rasional berdasrakan premis-premis ilmiah
yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris
yang relefan dengan permasalahannya.
Perumusan hipotesis
Jawaban sementara atau dugaan jawaban pertanyaanyang
diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari kerangka berpikir yang
dikembangkan.
Pengujian hipotesis
Pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan hipotesis
yang diajukan untuk memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang
mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
Penarikan kesimpulan
Penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu
ditolak atau diterima. Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta
yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu diterima. Dan
sebaliknya sekiranya dalam proses pengujian tidak terdapat fakta yang
yang cukup yang mendukung hipotesis maka hipotesis itu ditolak.
Secara umum metode penulisan ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:
Observasi Awal
Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah
ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah
melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu
yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai
sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
– Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
– Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
– Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.
Mengidentifikasi masalah
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus
diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu
pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau
tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
– Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
– Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
– Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.
Merumuskan atau menyatakan hipotesis
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara
tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah.
Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama
atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini
perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu
diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar
bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
– Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
– Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen
Melakukan Eksperimen
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji
hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang
berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu
diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan
variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah
secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang
perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah
variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
– Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
– Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
– Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
– Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.
Menyimpulkan Hasil Eksperimen
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek
eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen
dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan
dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan
dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih
lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
– Jangan ubah hipotesis
– Jangan abaikan hasil eksperimen
– Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
– Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
– Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.
LANGKAH-LANGKAH METODE PENULISAN ILMIAH :
Masalah: berawal dari adanya masalah yang dapat digali
dari sumber empiris dan teoretis, sebagai suatu aktivitas pendahuluan.
Agar masalah ditemukan dengan baik memerlukan fakta-fakta empiris dan
diiringi dengan penguasaan teori yang diperoleh dari mengkaji berbagai
literatur relevan.Rumusan masalah: Masalah yang ditemukan diformulasikan
dalam sebuah rumusan masalah, dan umumnya rumusan masalah disusun dalam
bentuk pertanyaan.Pengajuan hipotesis: Masalah yang dirumuskan relevan
dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelusuran
referensi teoretis dan mengkaji hasil-hasil penelitian
sebelumnya.Metode/strategi pendekatan penelitian: Untuk menguji
hipotesis maka peneliti memilih metode/strategi/pendekatan/desain
penelitian yang sesuai.Menyusun instrumen penelitian: Langkah setelah
menentukan metode/strategi pendekatan, maka peneliti merancang instrumen
penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, pedoman
wawancara, atau pedoman observasi, dan melakukan pengujian validitas dan
reliabilitas instrumen agar instrumen memang tepat dan layak untuk
mengukur variabel penelitian.Mengumpulkan dan menganalisis data: Data
penelitian dikumpulkan dengan Instrumen yang kemudian dilakukan
pengolahan dan analisis data dengan menggunakan alat-alat uji statistik
yang relevan dengan tujuan penelitian atau pengujian secara
kualitatif.Simpulan: Langkah terakhir adalah membuat simpulan dari data
yang telah dianalisis. Melalui kesimpulan maka akan terjawab rumusan
masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.
2.LANGKAH-LANGKAH DALEM METODE ILMIAH
Pengertian dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Pengertian Metode Ilmiah dan Langkah-Langkahnya.
Sudah lama tidak menulis tentang teori penelitian, maka kali ini blog Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Model-Model Pembelajaran akan kembali menguraikan salah satu topik terkait hal tersebut, yaituPengertian Metode Ilmiah dan Langkah-Langkah Metode Ilmiah. Yuk kita simak.
Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.
Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah
Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu
dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode
ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula
berdasarkan data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan
masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode
ilmiah, maka dengan demikian pertama-tama harus dirumuskan masalah apa
yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan
permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.
Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara
sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang
sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga
terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir
dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan
berurutan.
Metode ilmiah didasarkan pada data empiris
Setiap metode ilmiah selalu disandarkan pada data empiris.
maksudnya adalah, bahwa masalah yang hendak ditemukan pemecahannya atau
jawabannya itu harus tersedia datanya, yang diperoleh dari hasil
pengukuran secara objektif. Ada atau tidak tersedia data empiris
merupakan salah satu kriteria penting dalam metode ilmiah. Apabila
sebuah masalah dirumuskan lalu dikaji tanpa data empiris, maka itu
bukanlah sebuah bentuk metode ilmiah.
Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol
Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir
dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah,
dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga,
jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya
dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak
melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi
dilakukan secara sadar dan terkontrol.
Langkah-Langkah Metode Ilmiah
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan
berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara
urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan
secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah
adalah sebagai berikut:
Merumuskan masalah.Merumuskan hipotesis.Mengumpulkan data.Menguji hipotesis.Merumuskan kesimpulan.
Merumuskan masalah.Merumuskan hipotesis.Mengumpulkan data.Menguji hipotesis.Merumuskan kesimpulan.
Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan
kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus
dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya
diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk
mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut,
kemudian menyimpulkannya.Permusan masalah adalah sebuah keharusan.
Bagaimana mungkin memecahkan sebuah permasalahan dengan mencari
jawabannya bila masalahnya sendiri belum dirumuskan?
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah
yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis.
Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis
sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan
pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat
melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting.
Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan
peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini
dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis
yang telah dirumuskan.
Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari
tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data
dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode
ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah
dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode
ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau
ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan.
Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban
sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah
pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam
kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau
menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut.
Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus
terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf
signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat
kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena
taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu
pengujian hipotesis itu sendiri.
Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah
metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan
harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya.
Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara
singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang
tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup
penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan
temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan
dengan rumusan masalah yang diajukannya.
3.METODE PENELITIAN
Metode Penelitian
Inti bahasan dalam metode penelitian hanya memuat dua unsur kalimat, yakni teknik analisis data kuantatif & kualitatif serta
langkah-langkah yang dijalankan dalam penyusunannya. Seseorang
meletakan bahasan metodologis penelitian dalam BAB III di dalam karya
tulis, baik skripsi, tesis, makalah, ataupun proposal penelitian.
Pengertian metode penelitian menurut para ahli salah
satunya dijelaskan oleh Rosdy Ruslan yang mengatakan bahwa metode
penelitian adalah proses kegiatan menulis secara ilmiah yang berkaiatn
dengan cara kerja sehingga dapat membedakan antara subjek dan objek di
dalam penelitian.
Jenis Metode Penelitian
Karakteristik pengukuran dalam penulisan metode penelitian sosial ataupun eksakta terbagi menjadi dua macam, yakni;
Kuantitatif
Pengertian penelitian kuantitatif adalah
pengukuran data penelitian yang menggunakan angka-angka numerik dengan
data yang diambil dari proses pembuatan kuesioner. Dalam menghitung
metode ini bisa mempergunakan SPSS.
Kualitatif
Jenis kedua dalam metode penelitian ialah kualitataif. Pengertian penelitian kualitatif sendiri
adalah proses penilitian yang mempergunakan wawancara dengan lebih
banyak menelaah sumber literatur yang ada. Sumber ini sendiri
dipergunakan dalam landasarn teori yang lebih dikenal dengan tinjaun
pustaka.
Manfaat Metode Penelitian
Penyusunan metodologis penelitian memiliki banyak
manfaat, selain meningkatkan kredibilitas dalam karya tulis juga mampu
memberikan kontribusi dalam keabsaan tulisan yang dilakukan. Selain
itupula pembuatan metode penelitian akan memiliki dampak sebagai
berikut;
Menilai Keberhasilan/Kegagalan
Penilaian keberhasilan dan kegagalan dalam tulisan
ilmiah bisa dilakukan dengan melihat pada bagian metode penelitian, hal
ini dilakukan mengingat setiap hasil dalam penelitian selalu memberikan
penjelasan panjang lebar dalam bab ini.
Memahami Tujuan dan Dampak Penelitian
Pembuatan susunan dalam metode penelitian memiliki
manfaat dalam memahami tujuan dan dampak penelitian yang dilakukan.
Tujuan ini berkaitan dengan masalah yang kemudian di cari solusinya
dengan penelitian. Sedangkan dampak penelitian dituliskan dalam metode
penelitian berkaitan erat dengan tingkat keberhasilan tulisan yang
disajikan.
Membuat Karya Tulis Lebih Baik
Proses pembuatan karya tulis akan benar-benar dianggap
baik jika melatakan metode penelitian di dalamnya. Baik dalam makalah,
skripsi, ataupun proposal penelitian selalu mewajibkan seseorang menulis
bagimana susunan karya tersebut selesai di buatnya.
4.JENIS-JENIS METODE PENELITIAN
1. Metode Historis
Metode historis merupakan salah satu dari jenis jenis
metode penelitian. Metode historis bertujuan untuk merekonstruksi masa
lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai,
memverifikasi dan mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan
mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, seringkali dalam hubungan
hipotesis tertentu. Dengan metode historis, seorang ilmuwan sosial
peneliti historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka
mengenai peristiwa masa lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang
disusun dalam bentuk paradigma penjelasan.
Dengan demikian, penelitian dengan metode historis
merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan,
serta pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan
hati-hati terhadap validitas dari sumber-sumber sejarah serta
interprestasi dari sumber-sumber keterangan tersebut.
2. Metode Deskriptif
Metode deskriptif merupakan salah satu dari jenis jenis
metode penelitian. Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk
mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang
ada, mengindetifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek
yang berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi dan menetukan apa yang
dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar
dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu
yang akan datang.
Dengan demikian metode penelitian deskriptif ini
digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik
populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara
aktual dan cermat. Metode deskriptif bukan saja menjabarkan (analitis),
akan tetapi juga memadukan. Bukan saja melakukan klasifikasi, tetapi
juga organisasi. Metode penelitian deskriptif pada hakikatnya adalah
mencari teori, bukan menguji teori. Metode ini menitikberatkan pada
observasi dan suasana alamiah.
3. Metode Korelasional
Metode korelasional merupakan salah satu dari jenis
jenis metode penelitian. Metode korelasional merupakan kelanjutan metode
deskriptif. Pada metode deskriptif, data dihimpun, disusun secara
sistematis, faktual dan cermat, namun tidak dijelaskan hubungan diantara
variabel, tidak melakukan uji hipotesis atau prediksi. Pada metode
korelasional, hubungan antara variabel dteliti dan dijelaskan. Hubungan
yang dicari ini disebut sebagai korelasi. Jadi, metode korelasional
mencari hubungan di antara variabel-variabel yang diteliti.
Tujuan metode korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana
variabel pada satu vektor yang berkaitan dengan variasi pada faktor
lainnya. Jika pada metode ini, hanya dua variabel yang dihubungkan, maka
disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari dua variabel dihubungkan
disebut korelasi berganda. Pada metode ini, pencarian hubungan
(korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn korelasi atau
koefisien determinasi.
4. Metode Eksperimental
Metode eksperimental merupakan salah satu dari jenis
jenis metode penelitian. Metode eksperimental merupakan metode
penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti
akibat-akibatnya. Pada metode ini variabel-variabel dikontrol
sedemikian rupa, sehingga variabel luar yang mungkin mempengaruhi dapat
dihilangkan.
Metode eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan
sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu
atau lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan
kelompok kontrol yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi adalah
mengubah secara sistematis sifat-sifat atau nilai-nilai variabel bebas.
Kontrol merupakan kunci metode eksperimental, sebab tanpa kontrol
manipulasi dan observasi akan menghasilkan data yang meragukan.
5. Metode Kuasi Eksperimental
Metode kuasi eksperimental merupakan salah satu dari
jenis jenis metode penelitian. Metode kuasai eksperimental hampir
menyerupai metode ekperimental, hanya pada metode ini, peneliti tidak
dapat mengatur sekehendak hati variabel bebasnya.
Metode kuasi eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu sebagai berikut :
(1) peneliti tidak mampu meletakkan subjek secara random
pada kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan
peneliti adalah mencari kelompok subjek yang diterpa variabel bebas dan
kelompok lain yang tidak mengalami variabel bebas.
(2) Peneliti tidak dapat mengenakan variabel bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikendakinya.
Sekian pembahasan mengenai pengertian metode penelitian
dan jenis jenis metode penelitian, semoga tulisan saya mengenai
pengertian metode penelitan dan jenis jenis metode penelitian dapat
bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar