BAB 2. Tinjauan Umum Pengembangan Sistem
BAB 2 Tinjauan Umum Pengembangan Sistem
2.1 Definisi Pengembangan Sistem
Menurut [ALB05]
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang
beru untuk menggantikan sistem lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem
yang telah ada. Sistem lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
beberapa hal yaitu sebagai berikut:
1) Adanya permasalahan
·
permasalahan
yang timbul disistem yang lama.
·
Permasalahan
tersebut dapat berupa :
a.
Ketidakberesan
pada
sistem yang lama tidak dapat berjalan atau berfungsi sebagaimana diharapkan
b.
Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya
suatu sistem yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya
adalah kebutuhan informasi yang semakin luas dan volume pengolahan data yang
semakin meningkat.
2) Untuk meraih kesempatan
·
kesempatan.
Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi perlu digunakan untuk
meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan
keputusan yang akan di lakukan oleh manajemen.
3) Adanya instruksi / desakan dari
organisasi. Penyusunan sistem yang baru dapat pula terjadi karena adanya
intruksi-instruksi dari pimpinan atau dari luar organisasi karena adanya permasalahan,kesempatan
atau instruksi
(Sumber data: http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/378/jbptunikompp-gdl-arifitriya-18873-3-babii.pdf)
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Pengembangan
sistem informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (System
Development). Pengembangan sistem didefinisikan sebagai aktivitas untuk
menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan
(problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul
Metodologi
pengembangan Sistem dipromosikan sebagai sarana untuk meningkatkan pengelolaan
dan pengendalian proses pengembangan perangkat lunak, penataan dan
menyederhanakan proses, dan standarisasi proses pengembangan dan produk dengan
menentukan kegiatan yang harus dilakukan dan teknik yang digunakan.
Prinsip-prinsip yang digunakan dalam
pengembangan sistem informasi yaitu:
1. Sistem yang dikembangkan adalah
untuk manajemen.
Setelah
sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem
ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang
diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip
ini harus selalu diingat.
2. Sistem yang dikembangkan adalah
investasi modal yang besar.
Sistem
informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit,
apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
Sistem yang dikembangkan ini
merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal
lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus
mempertimbangkan 2 hal berikut ini:
- Semua alternatif yang ada harus
diinvestigasi.
- Investasi yang terbaik harus
bernilai.
3. Sistem yang dikembangkan
memerlukan orang-orang yang terdidik.
Manusia
merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya
su atu sistem, baik dalam proses pengembangannya,
penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang
terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang
yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap
solusi-solusi yang mungkin dilakukan.
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas
yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
Proses
pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan
beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman
menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses
pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini
sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu
skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan
yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan
selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan.
5. Proses pengembangan sistem
tidak harus urut.
Prinsip
ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah
sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4
menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah
waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output
merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini
tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru
dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu
sewaktu proses pengadaan hardware.
6. Jangan takut membatalkan proyek.
Umumnya
hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang
berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang
harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu
proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi,
maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang
tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan
memubang dana yang sia-sia.
Sistem
Informasi dibangun untuk mendukung proses yang berjalan dalam sebuah
organisasi, dimana didalamnya tercakup antara lain: proses perencanaan (Planning),
pengorganisasian (Organizing) dan pengendalian (Controlling).
Pengembangan
Sitem Informasi akan bermula dasi PSI (Perencanaan Sistem Informasi), Analisa,
Perancangan hingga Implmentasi.
Sedangkan
Pengembangan Sistem Software bermula dari Anlisa, Perencanaan hingga
Implementasi.
2.3 Tahap-Tahap
Pengembangan Sistem Informasi
Terlepas
dari perbedaan karakteristik yang melatarbelakangi ketiga jenis pengembangan
tersebut, secara garis besar ada enam tahap yang biasa dijadikan sebagal batu
pijakan atau model dalam melaksanakan aktivitas pengembangan tersebut, yaitu:
perencanaan, analisis, desain, konstruksi, implementasi, dan pascaimplementasi
seperti digambarkan pada diagram di bawah ini.
Gambar
Konsep Pengembangan Sistem Informasi
Secara
umum tahapan informasi sbb:
1.
Survei sistem / preliminary
2.
Analisis Sistem
3.
Desain Sistem
4.
Pembuatan Sistem
5.
Implementasi Sistem
6.
Pemeliharaan Sistem
2.4 Pendekatan
Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem merupakan penyusunan sistem yang baru
untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem
yang telah ada.Indikator diperlukannya pengembangan sistem :
a. Keluhan pelanggan
b. Pengiriman barang yang sering tertunda
c. pembayaran gaji yang terlambat
d. Laporan yang tidak tepat waktu
e. Isi laporan yang sering salah, dll
Pendekatan pengembangan sistem :
1. Pendekatan klasik
Disebut juga dengan pendekatan tradisional atau pendekatan konvensional. Metodologi pendekatan klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
2. Pendekatan Terstruktur
Pendekatan ini dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-teknik yang dibutuhkan dalam pengembanagan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.
3. Pendekatan dari bawah ke atas (Buttom-Up Approach)
Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.
4. Pendekatan dari Atas ke Bawah (Top-down Approach)
Dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan informasi, kemudian proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol.
5. Pendekatan sepotong (piecemeal approach)
Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/alikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau alikasi itu saja).
6. Pendekatan sistem (system approach)
Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran organisasi secara global.
7. Pendekatan Sistem menyeluruh (total_system approach)
Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh, sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).
8. Pendekatan Moduler(modular approach)
Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat waktu, mudah dipelihara(ciri terstruktur)
9. Lompatan jauh (great loop approach)
Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi, terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
10. Pendekatan berkembang (evolutionary approach)
Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk perioade berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.
2.5 Alat-Alat Pengembangan Sistem
Yang Berbentuk Grafik
Alat-alat
pengembangan system yang berbentuk grafik diantaranya adalah sebagai
berikut ini :
a. HIPO diagram
HIPO
(Hierarchy Plus Input-Process-Output), adalah alat dokumentasi program yang
berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul di dalam system digambarkan oleh
fungsi utamanya.
- Data Flow diagram
Digunakan
untuk menggambarkan suatu system yang telah ada atau system baru yang akan
dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data
tersebut menglir (misalnya lewat telpon, surat dan sebaginya) atau lingkungan
fisik dimana data tersebut akan disimpan (misalnya file kartu, mcrifile,
harddisk, tape, diskette dan lain sebagianya)
- Structured Chart
Digunakan
untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan organisasi dari system informasi
secara berjenjang dalam bentuk modul dan submodule dengan menunjukan hubungan
elemen data dan elemen control anatara hubungan modulnya sehingga memberikan
penjelasan lengkap dari system dipandang dari elemen data, elemen control,
modul dan hubungan antar modulnya.
- SADT (Structure Analysis and Design
Technique)
Structured
Analysis and Design Technique, memandang suatu system terdiri dari dua hal :
benda (obyek, dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan yang dilakukan oleh
orang, mesin atau prangkat lunak). Menggunakan dua tipe diagram yaitu, diagram
kegiatan(activity diagrams, disebut actigrams) dan diagram data (data diagrams
disebut datagrams)
- Jackson’s diagram (JSD)
Jackson’s
System Develpoment (JSD) membangun suatu model dari dunia nyata (real
world) yang menyediakan subyek-subyek permaslahan dari system. Disamping
alat-alat berbentuk grafik yang digunakan pada suatu metodologi tertentu, masih
terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat
digunakan di semua metodologi yang ada. Alat alat ini berupa suatu bagan yang
dapat diklasifikan sebagai berikut :
1)
Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting)
a)
Bagan alir sistem(system flowchart)
b)
Bagan alir program (program flowchart) yang dapat berupa :
Bagan
alir logika program (program logic flowchart)
Bagan
alir program computer terinci (detailed computer program flowchart)
c) Bagan alir kertas
kerja (paperwork flowchart)
d) Bagan alir proses
(process flowchart)
e) Gantt chart
2)
Bagan untuk menggambarkan tata letak (layout charting)
3)
Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personil relationship charting)
a)
Bagan distribusi kerja (working distribution chart)
b)
Bagan organisasi (organization chart)
Teknik Pengembangan Sistem (Tugas)
Teknik yang digunakan untuk
pengembangan sistem diantaranya :
1.
Teknik Manajemen Proyek, yaitu CPM dan PERT.
Kedua teknik ini digunakan untuk penjadwalan waktu pelaksanaan proyek.
a. CPM (Critical Path Method)
adalah algoritma berbasis matematika untuk menjadwalkan sekelompok aktivitas
proyek.b. PERT (Program Evaluation and Review Technique) adalah sebuah metode dalam menganalisis berbagai tugas yang saling terkait untuk menyelesaikan sebuah proyek, khususnya mengenai waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas dan menentukan waktu minimal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan keseluruhan proyek.
Kelebihan:
- PERT
secara eksplisit mendefinisikan dan membuat hubungan keterkaitan (dependensi)
di antara elemen-elemen terlihat
- PERT
memfasilitasi peng-identifikasi-an jalur kritis dan membuat jalur tersebut
terlihat
- Mengoptimumkan
efisiensi pelaksanaan proyek yang bersangkutan.
- Dicapainya
penurunan terbesar dalam waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek
yang bersangkutan sambil tetap mempertahankan kelayakan ekonomi dari
penggunaan sumber daya yang tersedia.
- Data
proyek dalam jumlah besar dapat diatur & disajikan dalam diagram untuk
digunakan dalam pengambilan keputusan.
- Terdapat
kemungkinan ratusan bahkan ribuan kegiatan dan hubungan ketergantungan
antar komponen
- Grafik
jaringan cenderung besar dan berat sehingga membutuhkan beberapa halaman
untuk mencetak dan membutuhkan kertas ukuran khusus
- Tidak
adanya kerangka waktu pada kebanyakan grafik CPM/PERT membuat lebih sulit
untuk menunjukkan status meskipun warna bisa membantu (misalnya, warna
khusus untuk node selesai)
- Ketika
grafik CPM / PERT menjadi berat, mereka tidak lagi digunakan untuk
mengelola proyek.
a. Wawancara (Interview), yaitu tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. wawancara memungkinkan analis sistem sebagai pewawancara (interviewer) untuk mengumpulkan data secara tatap muka langsung dengan orang yang diwawancarai (interviewee).
Kelebihan:
- Wawancara
memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang
diwawancarai untuk menjawab dengan bebas dan terbuka terhadap
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
- Memungkinkan
pewawancara untuk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan
situasi yang berkembang.
- Pewawancara
dapat menilai kebenaran jawaban yang diberikan dari gerak-gerik dan raut
wajah orang yang diwawancarai.
- Pewawancara
dapat menanyakan kegiatan-kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.
- Proses
wawancara membutuhkan waktu yang lama
- Keberhasilan
hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk
melakukan hubungan antar manusia
- Wawancara
tidak selalu tepat untuk kondisi-kondisi tenpat yang tertentu, misalnya di
lokasi-lokasi yang ribut dan ramai
- Wawancara
sangat menganggu kerja dari orang yang diwawancarai bila waktu yang
dimilikinya sangat terbatas
Melalui observasi, analis sistem dapat memperoleh pandangan-pandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan, melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat keputusan di dalam organisasi, memahami pengaruh latar belakang fisik terhadap para pembuat keputusan, menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh pembuat keputusan lewat tata letak kantor, serta memahami pengaruh para pembuat keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya.
Kelebihan:
- Data
yang dikumpulkan melalui observasi cenderung mempunyai keandalan yang
tinggi.
- Analis
sistem melalui observasi dapat melihat langsung apa yang sedang
dikerjakan. Pekerjaan-pekerjaan yang rumit kadang-kadang sulit untuk
dijelaskan dengan kata-kata. Melalui observasi, analis sistem dapat
mengidentifikasikan kegiatan-kegiatan yang tidak tepat yang telah
digambarkan oleh teknik pengumpulan data yang lain.
- Dengan
observasi, analis sistem dapat menggambarkan lingkungan fisik dari
kegiatan-kegiatan, misalnya tata letak fisik peralatan, penerangan, dan
gangguan suara.
- Akan
sangat mudah terjadi bias dalam pelaporan hasil observasi, karena data
yang diperoleh bersifat Subyektif.
- Umumnya
orang yang diamati merasa terganggu atau tidak nyaman, sehingga akan
melakukan pekerjaanya dengan tidak semestinya.
- Pekerjaan
yang sedang diobservasi mungkin tidak dapat mewakili suatu tingkat
kesulitas pekerjaan tertentu atau kegiatan-kegiatan khusus yang tidak
selalu dilakukan.
- Observasi
dapat mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan.
- Orang
yang diamati cenderung melakukan pekerjaannya dengan lebih baik dari
biasanya dan sering menutupi kejelekannya.
Kelebihan:
- Kuesioner
baik untuk sumber data yang banyak dan tersebar.
- Responden
tidak merasa terganggu, karena dapat mengisi kuesioner dengan memilih
waktunya sendiri yang paling luang.
- Kuesioner
secara relatif lebih efisien untuk sumber data yang banyak.
- Karena
kuesioner biasanya tidak mencantumkan identitas responden, maka hasilnya
dapat lebih objektif.
- Kuesioner
tidak menggaransi responden untuk menjawab pertanyaan dengan sepenuh hati.
- Kuesioner
cenderung tidak fleksibel, artinya pertanyaan yang harus dijawab terbatas
yang dicantumkan di kuesioner saja, tidak dapat dikembangkan lagi sesuai
dengan situasinya.
- Pengumpulan
sampel tidak dapat dilakukan secara bersama-sama dengan daftar pertanyaan,
lain halnya dengan observasi yang dapat sekaligus mengumpulkan sampel
- Kuesioner
yang lengkap sulit untuk dibuat.
3. Teknik Analisis Biaya/Manfaat (Cost Effectiveness Analysis atau Cost Benefit Analysis) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghitung kelayakan ekonomis atau biaya yang berhubungan dengan pengembangan sistem informasi seperti ;
- biaya
pengadaan
- biaya
persiapan
- biaya
proyek
- biaya
operasi
- manfaat
mengurangi biaya
- manfaat
mengurangi kesalahan
- manfaat
meningkatkan kecepatan aktivitas
- manfaat
meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen.
Suatu sistem dikatakan layak apabila manfaat yang diperoleh lebih besar dari investasi/biaya yang dikeluarkan untuk membangun dan mengoperasikan sistem tersebut. Oleh karena itu, dalam analisis biaya/manfaat, biasanya melibatkan dua komponen penting, yaitu komponen biaya dan komponen manfaat (efektivitas).
4. Teknik Menjalankan Rapat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rapat dapat diartikan sebagai pertemuan (kumpulan) untuk membicarakan sesuatu.
Selama proses pengembangan sistem dilakukan, seringkali rapat-rapat diadakan baik oleh tim pengembangan sistem sendiri atau rapat antara tim pengembangan sistem dengan pemakai sistem dan manajer, sehingga kemampuan analis sistem untuk memimpin atau berpartisipasi di dalam suatu rapat merupakan hal yang penting terhadap kesuksesan proyek pengembangan sistem.
Tujuan dari rapat dalam pengembangan sistem diantaranya adalah untuk :
- mendefinisikan
masalah
- mengumpulkan
ide-ide
- memecahkan
permasalahan-permasalahan
- menyelesaikan
konflik-konflik yang terjadi
- menganalisis
kemajuan proyek
- mengumpulkan
data atau fakta
- perundingan-perundingan.
- merencanakan
rapat
- menjalankan
rapat
- menindaklanjuti
hasil rapat.
Proses dari analisis dan desain sistem harus diawasi. Pengawasan ini dapat dilakukan dengan cara mem-verifikasi hasil dari setiap tahap pengembangan sistem. Verifikasi hasil kerja secara formal disebut dengan Inspeksi (inspection) sedangkan yang tidak formal disebut Walkthrough.
Inspeksi merupakan kepentingan dari pemakai sistem dan walkthrough merupakan kepentingan dari analis sistem. Analis sistem melakukan walkthrough untuk maksud supaya dokumentasi yang akan diserahkan kepada pemakai sistem secara teknik tidak mengalami kesalahan dan dapat dilakukan dengan diverifikasi terlebih dahulu oleh analis sistem yang lain. Pemakai sistem melakukan inspeksi untuk maksud menilai dokumentasi yang diserahkan oleh analis sistem secara teknik tidak mengandung kesalahan.
(Sumber data: https://saadus.wordpress.com/2011/04/25/teknik-pengembangan-sistem-tugas/)


Komentar
Posting Komentar